Cute Polka Dotted Pink Bow Tie Ribbon An Inspiring Book-Sharing Movement #BukuUntukIndonesia - Colored Canvas

An Inspiring Book-Sharing Movement #BukuUntukIndonesia

10:47 PM

Sebagai generasi millenial, aku cukup merasakan berbagai perubahan di Indonesia. Mulai dari bahagia sesederhana main di luar rumah sama teman-teman, berubahnya cara komunikasi dari surat sampai social media, dan juga rutinitas beli buku, majalah, dan komik yang sekarang sudah banyak tersedia dalam literatur digital. Time flies sooo fast! Mungkin itu juga yang dirasain sama teman-teman era 90 an :p Tapi meskipun segala sesuatunya kini sudah menjadi lebih instan dan praktis, ada salah satu hobi ku yang ngga pernah terganti, yaitu membaca buku.


Buku adalah jendela dunia, sumber informasi yang membuka wawasan kita tentang ilmu pengetahuan. Selain pelajar, membaca juga baik buat segala usia mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa sekalipun. Karena buku bisa memberikan kita inspirasi, mengurangi stres, meningkatkan kualitas memori otak, dan buat kita melihat dari berbagai sudut pandang ☺ Kebiasaan baca buku tentunya hal yang baik, tapi tahukah kamu bahwa sekarang ini sudah makin menurun? Banyak perpustakaan yang mulai sepi dikunjungi, sedikitnya orang-orang yang beli buku di toko buku, bahkan banyak media cetak seperti koran dan majalah yang gulung tikar. Alasannya? Ngga lain dan bukan karena hampir segala sesuatunya sekarang beralih ke digital.


Ada yang bilang karena proses modernisasi, minat baca di Indonesia dikalahkan dengan teknologi yang semakin maju. Makanya ngga heran kalo lebih banyak yang suka internetan dibandingkan membaca buku secara langsung. Meskipun internet juga bisa dikategorikan membaca, akan tetapi menurutku buku tetap alternatif pertama untuk ilmu pengetahuan. Karena pada pelaksanaannya seringkali kita terdistraksi dengan chat, notifikasi social media, atau main main games kan? Oleh karenanya disaat orang lain mungkin lebih menyukai e-book, aku prefer membaca buku secara langsung. Entah kenapa ada sensasi yang berbeda saat kita memegang dan membalik halaman buku. Aku pun merasa informasi yang masuk juga dapat lebih mudah diingat dibandingkan jejak digital. Ada yang ngerasa hal yang sama sepertiku? ♪

Bisa dikatakan mungkin aku termasuk orang yang beruntung karena bisa baca dan beli buku dengan mudah, tinggal pergi ke toko buku terdekat saja. Dan mungkin kalian yang membaca postingan ini juga bisa memilih antara membaca secara langsung, berbentuk e-book, atau bahkan mungkin ngga membaca sama sekali. Tapi sayangnya ngga semua orang memiliki akses untuk baca buku lho meski mereka memiliki kemauan, apalagi digital. 


Sad fact, akses pendidikan di Indonesia belum lah merata. Kalian pasti pernah baca berita kan seputar perjuangan adik-adik kita yang tinggal di daerah terpencil untuk menimba ilmu? Ada yang mengarungi sungai, melewati berpuluh-puluh kilo untuk ke sekolah, dan lain lain. Dan itu memang benar adanya. Kebetulan aku mengalaminya sendiri, dimana pada saat kuliah aku tinggal di daerah yang cukup jauh dari kota. Disana aku tergabung dengan unit kegiatan mahasiswa yang punya adik-adik asuh untuk kita bina. Mereka sangat senang saat kita mengajarkan sesuatu, mengembangkan bakat mereka, dan memberikan buku sebagai hadiah. Ketika aku tanya kenapa senang, mereka bilang karena merasa punya harapan untuk impiannya. Mereka ingin belajar banyak hal, melanjutkan sekolah dan bukannya bekerja. Ketika program kampus yang mengharuskan aku tinggal di desa selama satu bulan lamanya pun demikian. Bisa dibilang akses internet sangatlah susah, untuk datang ke sekolah kita harus melewati sawah dan lembah, koleksi buku baru di perpustakaan sekolah dan alat tulis jadi suatu hal yang berharga. 


To sum up, sebetulnya menurutku Indonesia tidak kekurangan bibit penerus bangsa yang pintar namun kekurangan pupuk berupa akses pemerataan. Adik-adik kita memerlukan akses informasi berupa buku yang berkualitas untuk menambah wawasan dan skill mereka. Makanya aku bersyukur ketika tahu tentang gerakan #BukuUntukIndonesia yang digagas PT. Bank Central Asia (BCA) dan menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan buku. 

Jadi "Buku Untuk Indonesia" ini adalah bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) dan kepedulian dari Bank BCA untuk menciptakan calon penerus bangsa yang cerdas dengan menumbuhkan kembali semangat membaca di seluruh Indonesia dan memberikan akses terhadap buku-buku sebagai sarana penunjang belajar serta sumber ilmu pengetahuan sehingga wawasan semakin terbuka seluas-luasnya. Dari sisi Public Relations, aku sangat mengapresiasi aktivitas CSR yang mengusung isu sosial seperti ini. Karena aku percaya segala sesuatu yang ditanamkan sejak kecil akan berubah menjadi kebiasaan dan karakter, yang nantinya akan berperan penting dalam upaya sebagai agent of change ^^v


Kebetulan aku menghadiri acara ceremony penutupan gerakan berbagi #BukuUntukIndonesia yang diadakan 4 November 2018 lalu. Gerakan "Buku Untuk Indonesia" ini sendiri sudah diadakan sejak 15 Maret 2017 - 21 Februari 2018 dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi mendukung dan membantu anak-anak mendapatkan buku dengan cara memilih paket berbagi yang tersedia. Sebagai feedback terhadap bantuan donasinya, setiap penyumbang sebesar IDR 100.000 akan menerima kaos kebaikan sebagai bentuk apresiasi. Kemudian semua dana yang terkumpul melalui gerakan ini dikonversikan menjadi buku yang nantinya akan disalurkan, dimana proses konversi buku tersebut juga bekerjasama dengan Blibli.com untuk mempermudah transaksi dan juga penerbit serta toko buku di Indonesia untuk melakukan pendataan buku apa saja harus dibeli, sekolah-sekolah yang perlu bantuan buku, dan lain lain.

Melalui acara penutupannya diinfokan bahwa selama satu tahun program #BukuUntukIndonesia berjalan, BCA berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp2.452.287.951 dengan total dana yang disalurkan sebesar Rp2.553.000.000 yang dikonversi dalam 43.734 buku dan disalurkan ke 111 sekolah di 60 area di Indonesia. Area tersebut meliputi Aceh dan Lampung yang mewakili Sumatera, Garut dan Solo (Jawa), Singkawang (Kalimantan), Makassar dan Manado (Sulawesi), dan Kupang (Nusa Tenggara). Woahh banyak sekali yaa >.<


Buku-buku yang dibagikan itu berupa buku pengetahuan umum, buku pembangunan karakter, dan buku cerita anak. Secara simbolis pada acara ini, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja didampingi Direktur BCA Santoso membagikan buku kepada empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) yaitu SDN Telaga Asih 01, SDN Parung 4, SDN Taktakan 1, SDN Taktakan 2. Alhamdulillah,  dari raut wajah mereka semuanya sangat senang dan merasa terbantu dengan inisiatif dari BCA. Semoga buku-buku yang didonasikan bisa bermanfaat untuk adik-adik kita disana dan  dapat meningkatkan auntiasme untuk membaca.

Selain bapak Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA, acara penutupan sore hari itu pun dihadiri oleh Pak Santoso selaku Direktur BCA, Ibu Inge Setiawati selaku Executive Vice President Corporate Social Responsibility BCA, Ibu Mira Wibowo selaku Executive Vice President Transaction Banking Business Development BCA,  Ibu Norisa Saifuddin selaku Senior Vice President Marketing Communication BCA, Bapak Andy F. Noya  selaku Duta Baca Indonesia periode 2011-2015 dan juga Bapak Jaya Suprana selaku Ketua Museum Rekor Indonesia (MURI). 

Mewakili BCA, Pak Jahja mengucapkan rasa terima kasih nya kepada masyarakat dan nasabah yang telah menjadi bagian dari gerakan #BukuUntukIndonesia atas antuasiasmenya yang besar dalam menciptakan perubahan di Tanah Air. Ia sangat bersyukur bisa menyalurkan buku-buku yang berharga bagi sekolah di berbagai pelosok negeri ini dan berharap semoga aksi berbagi ini dapat berkontribusi positif membawa mimpi bagi anak bangsa demi masa depan yang lebih baik.


Jujur aku merasa terharu dan kagum dengan gerakan #BukuUntukIndonesia. Inisiatif BCA ini seakan menyadarkan kita akan pentingnya bersyukur dengan kemudahan membaca yang biasa kita rasakan, karena masih banyak teman-teman di luar sana yang mungkin tidak seberuntung kita untuk memiliki akses buku berkualitas, toko buku yang lengkap sampai kemampuan untuk membeli sebuah buku. Jadi yuk biasakan lagi baca buku! Jangan malas membaca yaa ☺♥

Ohiya gerakan berbagi dan menumbuhkan kembali semangat membaca #BukuUntukIndonesia ini juga mendapatkan penghargaan dari MURI  (Museum Rekor Indonesia) lho, yaitu sebagai "Rekor Donasi Kepada Anak di Sekolah Dasar Negeri Terbanyak". Congratulations BCA! Meskipun BCA sudah sering mendapatkan banyak prestasi, tapi penghargaan ini merupakan yang pertama karena belum pernah ada perusahaan lain di Indonesia, bahkan dunia yang melakukan hal tersebut. Hebat ya? Penyerahan penghargaan MURI ini diberikan langsung oleh Bapak Jaya Suprana selaku Ketua MURI kepada Bapak Jahja Setiaatmadja. 


Tak hanya dari MURI, Andy F. Noya selaku Duta Baca Indonesia periode 2011-2015 (atau mungkin kalian lebih kenal ia sebagai presenter Kick Andy) juga mengapresiasi upaya BCA untuk membagikan buku di pelosok Indonesia. Ia bercerita bahwa dari kunjungannya ke daerah-daerah, ia menemui banyaknya anak-anak yang punya antusiasme tinggi untuk membaca buku namun terkendala dengan berbagai faktor. Meskipun sulit untuk menemukan buku, mereka tetap menganggap buku adalah sumber ilmu pengetahuan. Dan adalah suatu hal yang baik untuk membuat anak-anak giat membaca dibandingkan memberikan gadget. 

And last but not least, acara ditutup dengan penampilan anak-anak dari Kelompok Teater Tanah Air (KTTA) yang menari sambil bernyanyi. Semuanya sangat lincah dan menghibur undangan yang hadir, bahkan mereka juga mengajak menari bersama di atas panggung hihi gemashnyaa. Melihat mereka aku langsung teringat masa kecilku serta adik-adik asuh yang dibina di tanah pasudan. Aku mendoakan semoga semua adik-adik kita, generasi penerus kita dimana pun berada, bisa terus berbahagia sambil mengejar mimpi-mimpinya ♥


Nah itu dia sedikit ceritaku mengenai #BukuUntukIndonesia. Sending much love & applause to BCA for make it happen. Semoga social movement dari BCA ini bisa jadi inspirasi dan diikuti oleh banyak perusahaan lainnya di Indonesia, atau kalo mungkin justru dari kita para generasi muda? Aku yakin semakin banyak gerakan seperti ini, semakin banyak pula tunas bangsa yang cerdas dan terbantu untuk menggali potensi serta meraih mimpinya di masa mendatang. Karena kembali lagi membaca itu diperlukan semua orang, untuk mengimbangi era kemajuan teknologi, menghindari kebodohan, dan juga mengurangi tingkat pengangguran. Yuk bersama kita bangun generasi bangsa yang lebih baik! Mulai kembali rajin membaca dan peka terhadap lingkungan sekitar yang membutuhkan pertolongan, karena perubahan itu selalu dimulai dari kita sendiri ♫ 

I know this is not beauty nor fashion related post. But this is one of the topics that I concern the most, and I hope you do too. Because this is for Indonesia, our Indonesia. 

 Thank you so much for reading and I hope this post useful for you as always. 
I'll see you in the next post! 

You Might Also Like

0 comments

I'm A Part Of

I'm A Part Of